Friday, 9 August 2019

Skin-care untuk Memerangi Jerawat dan Bekasnya


Beberapa bulan kemarin, saat PMS jerawat mulai muncul di wajah terutama bagian dahi dan dagu. Padahal saya memakai skincare yang biasa dan tidak mengonsumsi KB hormonal. Tipe jerawat kecil tetapi nanti membekas hitam. Bekasnya bahkan tidak hilang dalam hitungan minggu. Anehnya, jerawat yang besar dan bernanah muncul dalam 2x PMS. Rasanya ingin menangis!
Akhirnya, saya fokus mencari produk skincare yang mengatasi jerawat dan menyamarkan bekas jerawat. Oh iya, tipe kulit saya kombinasi. Berminyak di dahi, hidung dan dagu yang membuat jerawat saya tumbuh di area itu, normal cenderung kering kerontang di pipi. Bingung gak tuh? Kulit berjerawat pun perlu produk yang melembabkan. Jadi saya memakai produk rehidrasi juga.

1. Pembersih/Micellar Water

Dimulai dari pembersih muka, setelah bertahun-tahun memakai susu pembersih (milk cleanser) saya beralih memakai micellar water, saya pakai produk dari Garnier yang berwarna biru. Klaim dari mereka, pembersih ini cocok untuk kulit berminyak dan berjerawat.

(+)
Tidak belepotan seperti saat memakai susu pembersih.
Bersih mampu membersihkan make-up
(-) Gak ada
Harga Rp30.000,00 dan suka diskon di minimarket
2.  Sabun Cuci Muka/Facial Wash

Dari dulu saya memang suka sama Tea Tree Facial Wash tetapi belum mencoba rangkaian yang lain. Produk ini saya pakai setiap kali saya cuci muka, kalau dulu saya selingi dengan Hada Labo Gokujyun Ultimate Moisturizing Face Wash. 



(+)
Tidak panas
Tidak kering setelah cuci muka
Awet, mending beli yang isi 250 ml daripada 200 ml (yang ada pump-nya)
(-)
Baunya menyengat seperti minyak kayu putih, mungkin kandungan dari tea tree-nya
Harga: Rp129.000 (250 ml)
Rp159.000 (200 ml), yang ini lebih mahal karena ada pump, jadi tinggal pencet keluar busa.

Kalau malam hari saya memakai Hada Labo Tamagohada Mild Peeling, karena ini peeling facial wash saya hanya memakainya 2-3x/seminggu. Kandungannya AHA dan BHA, sehingga lebih baik untuk menghindari sinar matahari langsung. Kalau terpaksaya pakai tabir surya dengan SPF minimal 15. Sehingga saya memakai ini di malam hari sebelum tidur.



(+)
Tidak panas
Bikin kulit halus
(-)
Busanya banyak
Note:
Setelah memakai ini disarankan memakai toner yang melembabkan (Hydrating toner)

Harga: Rp. 45.000an (100 gr)

     3.  Face Toner
Jujur, sampai saat ini saya masih mencari toner untuk kulit kombinasi cenderung jerawat yang tidak membuat panas. Dan masih di tahap coba-coba memilih exfoliating toner yang tidak membuat muka saya panas.
Saya mencoba Tea Tree Toner dari The Body Shop pemakaian pertama langsung terasa panas sampai 1 botol 60 ml habis masih terasa panas. Sebenarnya, saya tahan-tahan, siapa tahu setelah pemakaian toner  rasa panas itu hilang, tapi ternyata tidak. Karena masih takut panas dan butuh toner, kemudian saya berganti ke Hada Labo Ultimate Moisturizing Lotion, tulisannya memang lotion tapi sebenarnya hydrating  toner. Teksturnya cair agak sedikit kental tapi gak kental seperti lotion. Hydrating Toner yang membuat kulit saya segar dan kenyal. Karena kandungan hyaluronic acid yang membuat tekstur muka menjdai halus.  
(+)
Tidak panas
 Segar dan kenyal
(-)
Gakada

Harga : Rp 32.000,-

     4.   Essence
Kali ini saya mencoba dari Laneige Clear C Advanced Effector EX, booster untuk mencerahkan kulit karena berisi ekstrak berry yang kandungan anti oksidan 4x lebih tinggi dari vitamin C. Satu paket ini berisi 1 botol ukuran 150 ml dan 60 kapas yang berbeda sisinya. Lapisan halus dan bergaris-garis.
(+)
Jelas, ini mencerah kan ya
(-)
Lumayan menguras dompet.

Harga: Rp. 319.000 saat flash sale, rata-rata sekitar Rp. 350.000-Rp. 400.000


     5.  Oil ( ini optional ya)

      Untuk oil, saya rasa kalau habis akan beli lagi karena saat jerawat muncul saya totol pakai ini 2-3 hari jerawat kering dan tidak sakit. Cara memakainya juga perlu diperhatikan, ya! Ada petunjuk di kemasannya, kalau saya memakainya seperti ini:

  • Teteskan tea tree oil secukupnya pada cotton bud
  • Tempelkan pada bagian yang berjerawat selama beberapa saat.
  • Lalukan secara berkala sampai jerawat mengempes.
Catatan:
  •  Hanya digunakan untuk bagian yang berjerawat tidak di seluruh muka
  • Tidak bisa menghilangkan bekas jerawat
  • Jangan digunakan sebelum menggunakan make-up karena bisa membuat kulit berminyak (sehingga memakainya di malam hari sebelum tidur setelah memakai toner )
(+)
Mengurangi rasa sakit saat peradangan
Cepat kering
Awet karena dipakai saat jerawat saja dan cuma beberapa tetes.
(-)
Agak panas cekit-cekit tapi nagih. Wq!

Harga: Rp119.000,00

    6.  Serum
Essence untuk kulit ini mengandung Derm White Technology, yaitu gabungan 3 bahan aktif pencerah kulit:
ACTYL C            : bahan aktif pencerah, membantu menyamarkan noda hitam.
ADENOSINE      : membantu mengurangi produksi melanin.
FIBREPLASTYL: membantu mencerahkan kulit 

(+)
Dilengkapi dengan pipet, sehingga isi tidak perlu terkena tangan
(-)
Lengket setelah dipakai
Lama proses penyerapan
Susah untuk mengamati perubahannya, sepertinya biasa saja. Lebih nampol Laneige Clear C Advanced Effector EX saja.
Oh ya, saya beli dan saya coba ini dulu dari Laneige Clear C Advanced Effector EX, jadi saya tahu perbedaan sebelum dan sesudahnya.


Harga: Rp 226.000, waktu flash sale menjadi Rp 129.000

    7.  Pelembab/Moisturizer
      a.   Pagi:
Awalnya saya ragu memakai Tea Tree Mattifying Lotion, takut kering. Pemakaian pertama, semriwing, segar dan tidak terasa kering. Biasanya sesudah memakai sunscreen, kulit saya menjadi berkilau karena minyak, tetapi setelah memakai pelembab ini kilau minyak berkurang. Ya namanya juga mattifying lotion sih ya. Sensasi pertama yang saya rasakan saat menggunakan pelembab ini, kulit terasa dingin dan segar serta langsung menyerap ke kulit. Saya menggunakannya di pagi hari sebelum beraktivitas.
(+)
Tekstur gel
Ringan dan cepat menyerap
Tidak membuat kering
Penyeimbang saat memakai sunscreen

(-)
Gak ada

Harga: Rp189.000,00 (50 ml)
b.      Malam
Garnier Night Yoghurt Sleeping Mask, hahaha ini sleeping mask yang saya jadikan pelembab di malam hari.
Pemakaian pertama langsung terlihat cerah, beneran ini mah.
(+) ringan
(-) lengket, namanya juga sleeping mask
Harga: Rp25.000,00

8.  Sunscreen
Skin Aqua UV Moisture Gel, ini adalah merk yang berkali-kali saya beli, seperti mantan yang saya ajak untuk balikan merajut kasih.
Tekstur aslinya lotion putih bukan gel, seperti sunscreen pada umumnya yang membuat wajah agak berminyak. Akan tetapi, produk ini jauh lebih nyaman dibanding merk yang pernah saya coba.  Saat mencoba merk lain, wajah saya menjadi kilang minyak sehingga saya memilih kembali bersama Skin Aqua UV Moisture Gel.

(+)
Tekstur lotion putih.
Ringan dan cepat menyerap
Setelah dipakai berjam-jam wajah tidak berubah menjadi kilang minyak

(-)
Muka jadi mengkilap, tapi saya imbangi dengan Tea Tree Mattifying Lotion

Harga: Rp.42.000 ( 40 gr)



     9. Masker
Untuk masker terserah handai taulan, mau yang sheetmask atau yang botolan. Karena stok botolan saya sudah kadaluarsa, saya memutuskan membeli sheetmask apa aja yang sedang diskon di minimarket atau guardian. Tujuan saya memakai sheetmask adalah untuk melembabkan kulit saya di malam hari (rehidrasi)
Notes: Saat bangun tidur  jangan lupa tetap membersih muka dengan pembersih karena terkadang bantal & tempat tidur kita berdebu setelah itu lanjutkan dengan mencuci muka.
 
Nah, di sini saya baru tahu kalau selama ini teknik mencuci muka saya salah besar. Saya hanya usuk-usuk yang penting basah dan itu menghabiskan waktu sekitar 10 detik!
Ternyata teknik yang benar adalah paling tidak mencuci muka selama 60 detik untuk memaksimal sabun cuci muka yang kita pakai. Kuncinya adalah waktu.

Esthetician dari LA Beautylogist, Nayamka Roberts-Smith mempopulerkan 60 Second Rule. Popularitas 60 Second Rule bermula sejak Nayamka mengunggah cuitan di akun Twitternya mengenai manfaat yang bisa didapatkan dari mencuci muka selama 60 detik. Ia menuliskan bahwa teknik ini memberikan waktu untuk ingredients pada face cleanser untuk bekerja, membantu melembutkan kulit, serta bekerja lebih efektif dalam membersihkan pori-pori yang tersumbat. Sedangkan, kebanyakan orang hanya menghabiskan waktu paling lama 15 detik untuk mencuci mukanya.
Dilansir dari Cosmopolitan, Nayamka mengungkapkan, "Makeup, kotoran, dan minyak jauh pada kulit lebih sulit untuk dibersihkan dari yang banyak orang kira. Jadi, berikan waktu untuk face cleanser agar dapat memecah dan membersihkan kotoran. Membersihkan wajah selama 60 detik juga membuat Anda memberikan perhatian lebih pada kulit, seperti membersihkan sudut dalam hidung, bagian bawah dagu, atau sekitar rambut,". Selain itu, gerakan pijatan saat membersihkan wajah juga dapat membantu menstimulasi sirkulasi darah.

Sampai sekarang saya belum menemukan jurnal penelitian yang membuktikan bahwa membersihkan wajah selama 60 detik terbukti lebih bersih. Tetapi, saya melakukan uji coba sendiri dan terbukti setelah rutin membersihkan wajah selam 60 detik, kulit di bagian dagu dan hidung (suka kasar) menjadi lebih lembut. Terutama setelah bepergian jauh atau memakai make-up tebal, kulit di dua area tersebut terasa lebih lembut.
Mungkin teman-teman bisa membuktikan sendiri di rumah. Demikian perlengkapan skin care saya, semoga bisa membantu teman-teman yang bingung saat akan membeli prdouk-produk di atas. 



Sunday, 12 May 2019

Mempercantik Teras Negeri

Belasan tahun lalu, saat saya & keluarga hendak mengunjungi nenek saat hari raya, kami harus menempuh jarak 1 km dari tempat terminal angkot. Iya. Hanya 1 km jika ditempuh dengan jalan yang datar. Tetapi kami harus menempuh medan menanjak dan bebatuan berundak . 
Waktu yang kami habiskan sekitar 1 jam perjalanan. Sekarang jalan bebatuan sudah berganti dengan jalan cor blok yang dapat dilalui oleh sepeda motor dan memangkas waktu perjalanan menjadi 15 menit. Masyarakat yang bertempat tinggal di atas bukit lebih mudah menjangkau sekolah, hasil pertanian lebih mudah didistribusikan ke pasar, bahan bangunan untuk sampai ke sana dan petugas kesehatan lebih mudah menjangkau masyarakat saat kunjungan rumah.
Hal di atas adalah pelajaran yang bisa kita contoh untuk rencana membangun 'rumah' saudara kita yang berada di kawasan perbatasan. Jalan yang bisa menghubungkan antar wilayah dan membantu pendistribusian hasil pertanian yang dapat meningkatkan ekonomi. Pembangunan fisik penting untuk memperlancar kegiatan perekonomian
Tersedianya jalan yang berkualitas akan meningkatkan usaha pembangunan khususnya dalam upaya memudahkan mobilitas penduduk dan memperlancar lalu lintas barang dan jasa dari suatu daerah ke daerah lain, mempermudah akses rujukan dalam bidang kesehatan dan tercapainya akses terhadap pendidikan.
Kita tahu Kabupaten Asmat yang berada di ujung timur negara kita sulit dijangkau melalui darat dengan pemusatan penduduk di pinggir sungai dan pinggir laut. untuk menjangkau wilayah masyarakat menggunakan speedboat atau masyarakat lokal menggunakan sampan kayu.
Berdasarkan data tahun 2012, panjang jalan di seluruh wilayah Asmat mencapai 167.418,34 m. Berdasarkan pengelolaannya, seluruhnya merupakan jalan kabupaten. Berdasarkan jenis permukaannya, 56,34 persen dari seluruh jalan di wilayah Asmat merupakan jalan jembatan kayu, 42,46 persen masih berupa jalan tanah, 0,53 persen berupa beton, dan 0,66 persen berupa jalan baja komposit.
Biaya menggunakan transportasi udara sangat mahal bagi masyarakat Asmat, hanya ada Bandara Ewer di Distrik Agats. Sedangkan dari menuju pusat Distrik Agats masih ditempuh selama 30 menit menggunakan transportasi air.
Pada rentang 2015-2019, pemerintah memfokuskan penyelesaian pembangunan jalan Trans Papua. Pembangunan difokuskan untuk menyelesaikan Trans Papua pada ruas-ruas jalan kabupaten/kota yang belum tersambung menjadi jalan fungsional dan membuka isolasi wilayah-wilayah terpencil.
Berdasarkan data Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR yang diterima detikFinance, Jumat (14/9/2018), total panjang jalan Trans Papua di Provinsi Papua dan Papua Barat yang sudah tersambung sampai 2014 adalah 3.263 km. 
Apabila proyek pembangunan jalan Trans Papua terselesaikan dalam waktu dekat dan diharapkan jalan tersebut ramai dilewati oleh kendaraan yang mengangkut hasil pertanian dan perkebunan. Alangkah baiknya setelah jalan utama terselesaikan, dibangun juga jalan menuju dataran tinggi beserta moda transportasi umum.
Sambungan jalan untuk menyediakan akses ke dataran tinggi. Akses ke dataran tinggi dan sebaliknya perlu direncanakan untuk mengidentifikasi pelaksanaan investasi jalan strategis yang layak secara ekonomi maupun keuangan untuk jangka panjang. Sementara koridor dan kesejajaran jalan sedang dipertimbangkan, moda-moda transportasi lain juga patut mendapat perhatian. Penyusunan rencana transportasi perlu berfokus pada moda transportasi ganda. Jalan yang dilalui kendaraan-kendaraan berat hanyalah salah satu dari antara beberapa moda transportasi yang penting. Di Papua dan Papua Barat, sebagian besar beban transportasi akan terus ditanggung secara paling ekonomis oleh moda transportasi lain, yaitu moda transportasi air dan udara, serta kendaraan ringan.
Semua orang perlu mengetahui bahwa Boven Digoel berbatasan langsung dengan Papua Nugini. Pendekatan pembangunan, khususnya fisik harus terlihat agar tidak terlihat memisahkan diri dari negara kita. Boven Digoel yang identik dengan daerah terpencil, suram dan terbelakang. Kini infrastruktur jalan aspal membelah kota kabupaten yang masuk wilayah Distrik Mandobo, menghubungkan kampung-kampung di Tanah Merah.

Korindo dan pemerintah bersama membangun teras negeri dengan membangun investasi kondusif di daerah perbatasan, yakni di Boven Digoel dan Merauke, Papua. Meski masih minim infrastruktur, KORINDO sukses membangun usaha dan memberikan kontribusi yang cukup besar bagi pemerintah daerah dan masyarakat sekitar. Kawasan Papua, merupakan salah satu daerah yang menjadi primadona dalam pengembangan industri kehutanan karena bentang alamnya yang luas, subur, dan kebanyakan masih belum dimanfaatkan secara maksimal. Industri kehutanan menjadi penyumbang terbesar bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Papua, selain industri pertambangan. Papua juga merupakan kawasan dengan kebudayaan yang juga masih sangat original sebagai salah satu kekayaan budaya nusantara.

Korindo memperhatikan kondisi kesehatan saudara kita di ujung negeri dengan mendirikan fasilitas kesehatan berjalan. Fasilitas kesehatan yang dimaksud dengan membangun Klinik Asiki sebuah klinik modern yang beroperasi di pedalaman. Salah satu programnya adalah Mobile Service” ke kampung-kampung terpencil dan perbatasan di wilayah sekitar perusahaan yang berada di Kabupaten Boven Digoel, Papua. Meningkatkan pelayanan kesehatan dan menurunkan angka kematian ibu dan bayi merupakan beberapa tujuan dari fasilitas kesehatan ini
Kilas balik mengenai kebijakan pemerintah tentang pembangunan ujung timur negara kita, pemerintah sudah mengusahakan ruas jalan trans yang menghubungkan antara Papua dan Papua Barat yang mempunyai nilai penting khususnya bagi saudara kita yang terisolir.
Segi kesehatan, pemerintah melalui Kemenkes mempunyai program Nusantara Sehat yang berupaya untuk memperkuat puskesmas yang ada di daerah-daerah tersebut dengan menempatkan setidaknya 600 tenaga kesehatan tambahan ke 120 Puskesmas yang tersebar di seluruh Indonesia. Peserta program adalah para tenaga profesional kesehatan dengan latar belakang tenaga kesehatan yang berbeda yang terdiri dari dokter, dokter gigi, perawat, bidan, tenaga kesehatan masyarakat, tenaga kesehatan lingkungan, tenaga ahli teknologi laboratorium medik, tenaga gizi, dan tenaga kefarmasian.
Segi pendidikan, pemerintah melalui Kemendikbud mempunyai program SM3T (Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal) yang berupaya menyediakan pendidikan  merata di seluruh Indonesia. Kita tahu Indonesia kekurangan tenaga pendidik untuk daerah 3T, dengan SM3T para sarjana pendidikan  akan mengajar di daerah-daerah terpencil.
Saya setuju dengan kebijakan pemerintah saat pembukaan CPNS beberapa tahun yang lalu  yang membuka formasi khusus bagi putra-putri Papua & Papua Barat untuk instansi pusat, karena dengan adanya kebijakan tersebut, saudara-saudara kita berhak untuk bekerja untuk rumah mereka sendiri.
Nah, sebagai masyarakat awam dan bukan pemangku kebijakan tidak ada salahnya menjadi bagian dari program pemerintah di atas.  Korindo sendiri juga masih membuka peluang karir bagi  lulusan seperti Psikologi, Ekonomi serta S1 semua jurusan. Apabila kita memenuhi persyaratan yang diperlukan, tidak ada salahnya bekerja bersama untuk membangun negeri kita.