Hai, Rayendra Argambumi Erlangga...
Bagaimana rasanya menghirup udara?
Selama ini hanya air yang menemanimu dan belum pernah merasakan udara.
Apakah di luar masih sama hangatnya saat kamu ada di rahim Ibu?
Mungkin sedikit dingin, Nak.
Tapi ada kami yang selalu ada untuk mendekapmu dan menyelimutimu.
Nak, bagaimana rasanya bertemu Ibu & Bapak?
Selama ini hanya bisa kamu rasakan sentuhan & suara yang terhalang oleh lapisan kulit & lemak?
Apakah ada yang berubah, Nak?
Pasti ada. Karena rasa sayang kami berubah, semakin hari semakin menyayangimu Nak.
Nak, apakah di dalam sangat sempit?
Jangan khawatir Nak, dunia ini luas sekali.
Datangi setiap tempat yang kamu mau, jangan pernah takut melangkah.
Ada doa kami menyertaimu dan pelukan kami yang menantimu pulang.
Nak, apakah bising usus di dalam terlalu nyaman untukmu?
Apakah di luar terlalu ramai untukmu? Berdamailah dengan ramainya dunia Nak.
Hingar bingarnya jangan sampai membuatmu merasa sepi.
Apakah ASI dari Ibu cukup untuk membuatmu kenyang?
Kita berjuang bersama agar kamu tidak merasa lapar.
Nak, kamu salah satu syukur & tanggung jawab kami kepada Tuhan.
Kami memang orang tua yang tidak sempurna dan kamu tidak bisa memilih terlahir dari pasangan orang tua yang kamu mau.
Setidaknya ijinkan kami berusaha untuk bersamamu sehingga kamu bisa bersyukur setiap hari karena memiliki kami, pasangan tidak sempurna ini.
Perlu kamu tahu, Ibu dulu tidak percaya akan cinta pada pandangan pertama.
Tetapi kepadamu, Ibu jatuh cinta, bahkan sebelum melihat wajahmu.
Ibu menyayangimu walaupun kita belum pernah bertemu sekalipun.
Tentang 9 bulan kebersamaan kita, menghirup udara yang sama dan makan makanan yang sama.
Ibu bersyukur sekali akhirnya kita bisa tidur di ranjang yang sama.
Ibu tidak meminta bayaran, setidaknya kamu bersyukur tumbuh di rahim Ibu.
Itu saja.
Tumbuhlah bahagia dan selalu bersyukur, Nak.
No comments:
Post a Comment