Wednesday, 26 December 2018
Printilan Selama Hamil & Nifas yang Sering Terlupakan
Friday, 6 April 2018
Kompromi Selera
Orang lain mungkin beranggapan aku terlalu dini saat tulisan ini dibuat. Ya karena kami baru menginjak 3 tahun bersama.
Bukan menasehati hanya menuangkan hasil observasi selama ini.
Menikah itu selain cinta ada komitmen, selain komitmen ada kompromi.
Ya, kompromi selera.
Dia penikmat kopi, sedangkan aku tidak bisa minum kopi.
Solusinya kalau pergi ke tempat ngopi ya harus ada cokelat/susu.
Kami suka buku, kalau ke toko buku kami berpencar mencari buku masing-masing bertemu di kasir (tetep dia yang bayar).
Dia bisa menghabiskan waktu untuk game online, aku bisa menghabiskan paket internet untuk menonton serial korea/barat.
Solusinya aku mengganggunya saat main atau dia download serial yang aku mau.
Musik apalagi, playlist-nya berisi lagu indie sedangkan aku lagu 90an & lagu kekinian yang penyanyinya ganteng.
Solusinya ya berkabar kalau ada event/muncul di TV atau saat rilis lagu baru.
Di antara perbedaan di atas, kami menertawakan hal yang sama tanpa perlu diceritakan di mana letak lucunya, ternyata selera humor kami yang sama.
Monday, 25 September 2017
![]() |
| temen seperjuangan yang akhirnya datang juga |
Thursday, 7 September 2017
Untuk Dia yang Berada di Dekapan
Sunday, 8 January 2017
Mengapa Menikah?
Friday, 23 December 2016
Kepadamu Saat Pertama Kali
Ada yang datang kemudian tergantikan.
Tetapi masih ada yang tak mau terlupakan.
Hari terlampaui dan tahun berganti.
Entah sekarang atau nanti,
ada yang selalu aku ingat saat kita pertama kali bersama.
Friday, 19 August 2016
Merelakan Si Bungsu
Ada banyak cerita yang mesti saya tulis di sini tapi sebagian kecil sudah saya luapkan di sana.
Setahun lalu saya bersiap untuk mempersiapkan pernikahan, menyiapkan undangan, souvenir, tempata walaupun sebagaian besar dipersiapkan oleh keluarga kita berdua (gak sopan banget ya). Saya belum mau menceritakan tetek bengek pernikahan sekarang, ada hal kecil yang hampir terlupakan setelah menikah......
..adaptasi.
Ini berasal dari keluarga saya khususnya bapak ibuk saya. Ini Lebaran pertama saya setelah dipersunting Mas Andre, senangnya bisa mudik bersama dan sekarang sudah ada yang menanggung beratnya membawa oleh-oleh untuk keluarga. Kebiasaan mudik sendiri dari tahun 2013 membuat bapak selalu menjemput saya naik motor di stasiun. Sama halnya tahun ini, sehari sebelum mudik Bapak menelpon saya
'Berangkat jam berapa? Sampai Kutoarjo jam berapa ntar Bapak jemput' sapa beliau
'....kan mau ke Magelang, Pak'
'Oh iya, Bapak sekarang gak bisa boncengan ya, gak cukup motornya hahaha..'
'Hehehe... Iya, makanya lancarin nyetirnya percuma kursus kalau gak bisa bawa mobil sendiri' balas saya sambil bercanda
'Yo sesuklah'
Beliau bukan lupa perihal lelaki yang sudah menikahi saya selama setahun ini.
Beliau hanya belum bisa menghapus kebiasaan menjemput saya mudik ke rumah.
Sama dengan halnya Ibuk, seminggu sebelum Lebaran beliau menelpon saya
'Gak enak belanja sama Bapak, enakan sama kamu Ning. Bapakmu gak sabaran' curhat beliau
'Ya besok kalau aku udah pulang, Buk'
'Lha kamu kan langsung ke Magelang'
'Iya, besok kalau udah di rumah kita belanja'
'Tenan yo'
Beliau bukan lupa perihal lelaki yang menjadi sandaran hidup saya setahun ini.
Beliau hanya belum bisa menghapus kebiasaan belanja bersama saat menjelang Lebaran.
Bapak Ibuk saya sudah merelakan saya menikah dengan pria yang saya pilih, tetapi mereka belum bisa menghilangkan kebiasaan bertahun bersama.
Bapak Ibuk saya menanti kepulangan saya ke rumah bersama Mas Andre, tetapi mereka belum bisa menghilangkan kebiasaan bertahun bersama.
Bertahun bersama selalu menjadi alasan kenapa seseorang sulit melupakan kenangan bersama.
Perempuan yang sedang dirindukan untuk hadir.






