Aku selalu percaya rencana Tuhan itu selalu baik.
Aku memilih dengan harapan bahwa itu memang restu Tuhan, membiarkan takdir Tuhan yang bekerja.
Rencana yang ku pikir matang pun akhirnya berantakan tak sesuai rencana, tetapi diganti dengan rencana yang jauh lebih indah, menikah.
Kita tahu sebelum kita memutuskan bersama, kita mempunyai sederet rencana yang kita pikirkan matang sampai akhir tahun.
Kamu dengan rencana naik gunung di bulan September & Oktober.
Pada akhirnya batal.
Aku dengan rencana melancong ke negeri tetangga.
Pada akhirnya batal.
Kamu dengan rencana menurunkan berat badan.
Semakin mendekati hari H, nafsu makanmu bertambah karena menjelajahi tempat makan denganku.
betapa egoisnya aku untuk membantuku menghabiskan makanan yang ku pesan.
Aku dengan imunisasi cervarix yang sudah memasuki suntikan kedua. Menunggu suntikan ketiga di bulan keenam dari bulan awal penyuntikan, yakni Desember 2015.
Fyi, ibu hamil tidak boleh terpapar suntikan cervarix, if you know what i mean.
Pada akhirnya, menuju satu bulan pernikahan kita, betapa banyak pertengkaran kecil yang membuat kamu gemas dengan keegoisanku dan aku yang gemas dengan ketidaksabaranmu.
Iya, waktu bersama kita masih sebentar. Masih panjang jalan yang harus kita lewati bersama.
Aku selalu berdoa kita berdua sehat dan bahagia melewatinya.
Aku selalu berharap tangan kita bergandengan tangan dan bahumu selalu ada untukku bersandar.
Aku selalu berharap pelukku masih kau rindukan untukmu pulang.
Aku selalu berharap kita merindukan 'rumah' yang sama.
Terima kasih untuk semuanya.
Terima kasih telah mewujudkan mimpiku.
Perempuan ini sayang kamu, Pacar.
No comments:
Post a Comment